STUDI KASUS ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY.R DENGAN ANEMIA DALAM KEHAMILAN, KETUBAN PECAH DINI, GAWAT JANIN DAN BAYI DENGAN HIPERBILIRUBINEMIA DI BPM BIDAN L. KECAMATAN CIBOGO KABUPATEN SUBANG PERIODE MARET S.D MEI TAHUN 2016

Dublin Core

Title

STUDI KASUS ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY.R DENGAN ANEMIA DALAM KEHAMILAN, KETUBAN PECAH DINI, GAWAT JANIN DAN BAYI DENGAN HIPERBILIRUBINEMIA DI BPM BIDAN L. KECAMATAN CIBOGO KABUPATEN SUBANG PERIODE MARET S.D MEI TAHUN 2016

Subject

Asuhan komprehensif, kesenjangan antara praktik dan teori

Description

Komplikasi merupakan masalah kesehatan yang dapat mincul selama kehamilan dan bilan tidak ditangani dengan tepat, dapat menimbulkan resiko kesehatan bahkan kematian ibu maupun bayi. Kesenjangan antara teori dan praktik asuhan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan juga dapat berkontribusi pada peningkatan morbiditas ibu dan bayi. Anemia pada ibu hamil dapat ditangani dengan terapi oral Fe 120 mg perhari berdasarkan anjuran WHO dan Kementerian Kesehatan republik Indonesia. Pada kasus Ny.R, Hb pada pemeriksaan awal adalah 9,8 gr/dl. Walaupun mengalami peningkatan 0,4 gr/dl menjadi 10,2 gr/dl setelah 2minggu dilakukan terapi Fe, Ny.R tetap mengalami anemia. Hal ini terjadi karena banyak faktor, diantaranya anjuran terapi oral Fe oleh penulis adalah 60 mg perhari menyebabkan asuhan yang di berikan terkait anemia kurang adekuat.
Salah satu dampak dari anemia adalah resiko  terjadinya ketuban pecah dini, yang kemudian mincul pada Ny.R, selain itu intervensi tanpa indikasi yaitu pemeriksaan dalam yang dilakukan saat kunjungan antenatal terakhir ibu berkontribusi menyebabkan ketuban pecah dini. Seiring berjalannya asuhan persalinan dab penegkkan diagnosa, penulis melakukan pemeriksaan dalam dimana hal ini merupakan kontraindikasi dalam kasus ketuban pecah dini, kecuali dalam pemeriksaan spekulum. Intervensi ini  meningkatkan resiko koriamnionitis dan dibuktikan dengan munculnya tanda-tanda infeksi berupa takikardi janin dan demam maternal.
Kesenjangan dalam asuhan pada Ny.R berlanjut pada penanganan gawat janin, dimana ibu hanya dianjurkan tidur miring kiri dan memperbanyak hidrasi. Selain itu, pemberian cairan intravena memang dilakukan, namun bukan untuk mengatasi gawat janin. hal ini menyebabkan resusitasi intrauterin yang dilakukan kurang adekuat dan meningkatkan risiko komplikasi pada bayi.

Creator

PENULIS: IRMA NOER LISTYANA IRAWAN-P 17324113028
PEMBIMBING: Dewi Purwaninghsih, S.SiT.,M.Kes
PENGUJI I: Desi Hidayanti, S.ST.,MPH
PENGUJI II: Yulia Ulfah, S.ST.,M.Keb

Publisher

Poltekkes Kemenkes Jurusan Kebidanan Bandung

Date

Bandung, 09 Agustus 2016

Language

Bahasa Indonesia