ASUHAN KEPERAWATAN GIGI DAN MULUT PADA PASIEN NN. L (18 TH) DENGAN KASUS KEBIASAAN MENGUNYAH SATU SISI DI PUSKESMAS KELURAHAN RAWA BUNGA JATINEGARA JAKARTA TIMUR = DENTAL NURSING IN NN PATIENTS. L WITH THE HABIT OF CHEWING ONE SIDE IN PUSKESMAS KELURAHAN RAWA BUNGA JATINEGARA JAKARTA TIMUR

BAB 1-2.pdf
BAB 5.pdf

Dublin Core

Title

ASUHAN KEPERAWATAN GIGI DAN MULUT PADA PASIEN NN. L (18 TH) DENGAN KASUS KEBIASAAN MENGUNYAH SATU SISI DI PUSKESMAS KELURAHAN RAWA BUNGA JATINEGARA JAKARTA TIMUR = DENTAL NURSING IN NN PATIENTS. L WITH THE HABIT OF CHEWING ONE SIDE IN PUSKESMAS KELURAHAN RAWA BUNGA JATINEGARA JAKARTA TIMUR

Subject

Asuhan Keperawatan Gigi
Mengunyah Satu Sisi
Karang Gigi
Gingivitis
Periodontitis
Karies Gigi

Description

Kebiasaan di didalam rongga mulut (oral habits) ada dua yaitu oral habits fisiologis dan oral habits non fisiologis. Oral habits non fisiologis biasa disebut dengan kebiasaan buruk (bad habits). Salah satu kebiasaan buruk yang sering dilakukan adalah kebiasaan mengunyah makanan di satu sisi, hal ini disebabkan karena gigi di salah satu sisi terasa sakit atau tidak nyaman apabila digunakan untuk mengunyah makanan atau bisa juga karena sudah menjadi kebiasaan. Mengunyah satu sisi dapat mengakibatkan adanya penumpukan plak, sehingga terjadi penyakit gigi dan mulut (karang gigi, gingivitis, periodontitis) dan kelainan temporomandibular. Tujuan laporan kasus ini adalah agar mengetahui gambaran secara umum tentang asuhan keperawatan gigi dan mulut pada pasien Nn. L dengan kasus kebiasaan mengunyah satu sisi. Karya tulis ilmiah ini berupa laporan kasus dengan konsep asuhan keperawatan gigi yang berupa pengkajian, diagnosa, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Didalam laporan ini pun menjelaskan mengenai penyebab dan akibat mengunyah satu sisi pada pasien Nn. L. Penyebab Nn. L mengunyah satu sisi adalah adanya lubang di gigi 46 KMP Vital disertai Periodontitis, gigi tersebut terasa sakit jika makanan masuk atau tersentuh lidah. Akibat mengunyah satu sisi pasien Nn. L mengalami penyakit gigi dan mulut seperti karang gigi, gingivitis dan periodontitis dan gigi 47 berlubang. Pada pasien Nn. L telah dilakukan implementasi berupa memberikan rujukan untuk gigi 46 KMP Vital disertai Periodontitis, karang gigi telah dibersihkan, diberikan penyuluhan, dan gigi 47 ditambal . Hasil evaluasi yang telah dilakukan pasien Nn. L yaitu gigi 46 KMP Vital disertai Periodontitis rujukan sudah dilaksanakan, sehingga saat ini sudah tidak ada keluhan, untuk karang gigi pasien merasa nyaman karena telah dibersihkan, dan gusi telah sehat kembali. Saat ini pasien sudah membiasakan diri mengunyah dua sisi.

Creator

Penulis : TUTI
Pembimbing : drg. Neneng Nurjanah, M.Kes
Penguji 1 : Drg. Eliza Herijulianti, M.Pd
Penguji 2 : Deru Marah laut, S.Si.T.

Publisher

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN BANDUNG JURUSAN KEPERAWATAN GIGI

Date

2019

Format

PDF

Language

Bahasa Indonesia

Type

STUDENT RESEARCH/KTI

Document Viewer

Click below to view a document.