GAMBARAN KARIES GIGI PADA ANAK YANG MEMILIKI KEBIASAAN MENGKONSUMSI JAJANAN KARIOGENIK DI SDN WANAKERTA 4 KECAMATAN CIBATU KABUPATEN GARUT= DESCRIPTION OF DENTAL CARE ISSUES ON CHILDREN HAVING THE HABIT OF CONSUMING CARIOGENIC PLANNING IN SDN WANAKERTA 4 SUB DISTRICT CIBATU DISTRICT GARUT

COVER.pdf
abstrak.pdf
BAB 1.pdf
BAB 5.pdf

Dublin Core

Title

GAMBARAN KARIES GIGI PADA ANAK YANG MEMILIKI KEBIASAAN MENGKONSUMSI JAJANAN KARIOGENIK DI SDN WANAKERTA 4 KECAMATAN CIBATU KABUPATEN GARUT= DESCRIPTION OF DENTAL CARE ISSUES ON CHILDREN HAVING THE HABIT OF CONSUMING CARIOGENIC PLANNING IN SDN WANAKERTA 4 SUB DISTRICT CIBATU DISTRICT GARUT

Subject

KARIES GIGI ANAK
JAJANAN KARIOGENIK
SDN WANAKERTA CIBATU GARUT

Description

Menurut WHO diperkirakan bahwa 90% dari anak sekolah di dunia dan sebagian besar orang dewasa pernah menderita karies gigi sedangkan kesehatan gigi dan mulut di Indonesia merupakan penyakit masyarakat yang di derita oleh 38,5% penduduk Indonesia. Data Rikesdas tahun 2007, khususnya prevalensi karies pada anak berumur 5-9 tahun yaitu sebanyak 7,3% dan anak berumur 10-14 tahun sebanyak 4,6%. Anak-anak pada usia 8-10 mempunyai resiko yang tinggi terhadap karies gigi, karena pada usia tersebut anak-anak mempunyai kebiasaan makan jajanan yang kariogenik. Makanan kariogenik seperti: cokelat, permen, roti dan susu sangat disukai oleh banyak anak-anak sekolah dasar, karena memiliki warna yang menarik, harga terjangkau dan rasa yang nikmat. Kondisi tersebut perlu mendapatkan perhatian khusus, karena pada usia ini anak sedang menjalani proses tumbuh kembang. Keadaan ini akan berpengaruh terhadap perkembangan kesehatan gigi pada usia dewasa nanti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karies gigi tetap pada anak yang memiliki kebiasaan mengkonsumsi jajanan kariogenik di SDN Wanakerta 4 Cibatu-Garut. Metode penelitian yang dilakukan peneliti adalah deskriftif dengan desain penlitian cross sectional. Hasil penelitian menunjukan prevalensi karies pada siswa SDN Wanakerta 4 yaitu (68,85%). Indeks DMF-T sebanyak 37 (60,6%) responden berkriteria sangat rendah, 14 (22,9%) responden berkriteria rendah, dan 10 (16,4%) responden berkriteria sedang. Sedangkan rata-rata frekuensi jajanan kariogenik yang paling banyak sebesar (60,65%). Untuk lebih mengingatkan siswa terhadap pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut peran orang tua dan guru sangat dibutuhkan agar siswa dapat mengendalikan konsumsi makanan kariogenik dan lebih meningkatkan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulutnya.

Accord            ing to WHO it is estimated that 90% of schoolchildren in the world and most adults have suffered dental caries while dental and oral health in Indonesia is a community disease suffered by 38.5% of Indonesian population. Rikesdas data in 2007, especially the prevalence of caries in children aged 5-9 years that is as much as 7.3% and children aged 10-14 years as much as 4.6%. Children at the age of 8-10 have a high risk of dental caries, because at that age children have a habit of eating a cariogenic snack. Curogenic foods such as chocolate, candy, bread and milk are well liked by many elementary schoolchildren, because they have attractive colors, reasonable prices and delicious flavors. These conditions need to get special attention, because at this age the child is undergoing the process of growing flowers. This situation will affect the development of dental health in adulthood. This study aims to determine the image of dental caries remains in children who have a habit of consuming kariogenik snacks in SDN Wanakerta 4 Cibatu-Garut. The research method used by the researcher is descriptive with cross sectional study design.

The results showed caries prevalence in SDN Wanakerta 4 students (68.85%). The DMF-T index was 37 (60.6%) of the respondents with very low criteria, 14 (22.9%) were low criteria, and 10 (16.4%) were medium criteria. While the average frequency of most cariogenic snacks (60.65%). To better remind students of the importance of maintaining dental and oral health the role of parents and teachers is needed so that students can control the consumption of cariogenic foods and further improve the maintenance of dental and mouth health.

Creator

PENULIS : ANNISA NURHASANAH;
PEMBIMBING :DRG. ELIZA HERIJULIANTI M.PD;
PENGUJI 1:DRG. YENNI HENDRIANI PRAPTIWI,  M.KM;
PENGUJI 2:NINING NINGRUM., S.SI.T, M.KES

Publisher

POLITEKNIK KESEHATAN BANDUNG
JURUSAN KEPERAWATAN GIGI

Date

2017

Contributor

AGUS SURYANA, S.SOS.

Format

PDF

Language

BAHASA INDONESIA

Type

KTI

Document Viewer

Click below to view a document.